Oleh: Br. Antonius Mungsi, O.Carm.

Rm. Kramer O.Carm lahir di Hoofddorp, Belanda pada tanggal 27 November 1911. Masa kecil hingga remaja beliau habiskan di tanah kelahirannya. Kemudian biarawan yang dikenal sangat sederhana ini masuk biara. Beliau mengikrarkan kaul sebagai seorang Karmelit di Boxmeer pada tanggal 1 Oktober 1929. Ditahbiskan imam tanggal 14 Juli 1935 di Merkelbeek, Belanda. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 11 Desember 1936 biarawan penuh semangat ini datang ke Indonesia sebagai misionaris.
Di Indonesia Rm. Petrus Nikolas Kramer, O.Carm pernah melayani di dua keuskupan: Keuskupan Malang dan Keuskupan Agung Medan. Hampir semua paroki di Keuskupan Malang pernah beliau pimpin. Sedangkan di Keuskupan Agung Medan beliau pernah menjadi pastor di Paroki Sidikalang dan Paroki Sumbul.
Kiprahnya di dunia pendidikan seringkali dijalankan seiring dengan tugas pastoralnya sebagai pastor paroki. Di Paroki Situbondo, misalnya biarawan yang biasa mengendarai sepeda motor TWN ini menata persekolahan Privatles (Frobel) dan sekolah rakyat Diberikan kedua sekolah itu tempat untuk beroperasi. Dalam Ordo Karmel sendiri lelaki penuh wibawa ini dikenal sebagai inisiator, perintis, dan pendiri sekolah. Dua sekolah yang lahir dari tangan dinginnya adalah SMAK St. Albertus Malang dan SMAK St. Paulus Jember. Jiwa pendidik pastor yang biasa mengendarai sepeda motor TWN ini tampak pada kesetiaannya menemani murid yang menunggu jemputan orang tua dan kepiawaiannya memikat hati anak-anak yang belum katolik. Tidak lupa ia selalu membagikan permen bagi anak-anak dari saku jubahnya yang terkesan tidak pernah habis.
Banyak pengalaman berkesan di kalangan umat, kenalan, dan saudara setarekat. Rm. Sixtus Catur Pujodarmo, O.Carm. mengenalnya sebagai orang yang dekat dengan kaum muda. Beliau pernah melihat pastor paroki Jember ini bermain sepakbola dengan para misdinar dengan masih mengenakan jubah. Pasti seru. Rm. Kutschruiter, O.Carm. mengenal beliau sebagai orang yang serius sederhana, taat total pada pimpinan, dan konsekuen. Ia menerima dengan lapang dada akan vonis sakit kanker yang dideritanya. Iapun yang waktu itu sudah kembali ke Belanda memilih kembali lagi ke Indonesia untuk meninggal di bumi nusantara. Di Indonesiapun ia memilih dirawat di RKZ kamar kelas IV, bukan kelas VIP.
Berdasar kesaksian almarhum Rm. Kortink, O.Carm. yang diingat oleh Rm. Kutscruiter, O.Carm., lelaki jangkung ini dikenal sebagai orang beriman besar. Sebagai Karmelit beliau dengan senang hati menerima tugas sebagai perintis paroki di daerah Situbondo yang dikenal panas, kering, dan tandus. Di sana juga belum ada gereja. Sejalan dengan kesaksian Rm. Kutscruiter, tim sejarah Paroki Situbondo (http://mawarlimapuluh.blogspot.co.id), menuturkan bahwa Rm. Kramer tekun, gigih, dan pantang menyerah dalam melayani umat. Ketekunannya memelihara jiwa-jiwa ditunjukkan dengan tak kenal lelah mengunjungi umat di stasi Besuki yang hanya dua orang. Perjuangan luar biasa beliau alami saat membuka paroki Sidikalang dan Sumbul di Sumatra. Umat Paroki Sumbul (http://parokisumbul.blogspot.co.id) memberi kesaksian bahwa Rm. Kramer adalah seorang yang berpribadi tegas dan disiplin.
Setelah 40 tahun membaktikan hidupnya bagi perkembangan Gereja di Indonesia pada umumnya, dan keuskupan Malang khususnya, beliau meninggal dunia tanggal 15 September 1975. Beliau dimakamkan di pemakaman Kristen Sukun, Malang. Sebagai bentuk syukur dan terima kasih kepada beliau, mari kita teladani pribadinya yang baik dan kita teruskan perjuangannya (Ms).
