SMAK St. Paulus Jember

Selayang Pandang SMAK St. Paulus

Pada tanggal 28 September 1940 pengurus Gereja Katolik dan Dana Papa berkedudukan di Malang dan diwakili oleh Bapak R. M. Notokoesoemo membeli dari Pak Hasanah alias Sroenah sebidang persil, yang dikenal di bawah huruf C no. 103 dan S II seluas 14.230 m2. Sedangkan jalan masuk sekolah yaitu Jalan Kepatihan (sekarang Jalan Trunjoyo) hasil tukar guling dengan Pemerintah Kabupaten Jember.

            Romo Petrus Nicolas Kramer, O.Carm dan Romo Benediktus Soegiartono, O.Carm., pastor Paroki Santo Yusup, Jember, melihat bahwa belum ada sekolah menengah tingkat atas yang dikelola oleh Gereja Katolik di paroki tempat mereka berkarya. Sekolah yang dikelola Gereja Katolik yang ada pada waktu itu hanya sekolah menengah tingkat pertama, yaitu SMPK Santo Petrus.

            Selanjutnya, kedua romo dari Ordo Karmel itu menginisiasi gagasan pendirian sekolah menengah atas Katolik. Gagasan ini kemudian direstui oleh Vikaris Apostolik Malang, Mgr. E. A. J. Albers, O.Carm. Restu ini membuktikan perhatian beliau akan kebutuhan pendidikan di wilayah Prefektur Apostolik Malang, khususnya di wilayah timur Prefektur. Beliau tanggap bahwa pendidikan merupakan sarana bagi generasi muda Indonesia untuk mengemudikan negeri yang baru merdeka.

            Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus lahir pada tanggal 1 Agustus 1951. Awal tahun ajaran setelah berdiri, SMAK St. Paulus menerima murid angkatan pertama sebanyak 2 kelas. Waktu itu para murid  masih ditampung di SMPK Santo Petrus di Jalan Rambipuji (sekarang Jalan Gajah Mada). Pada dua tahun berikut, jumlah murid dan kelas berkembang menjadi 4 kelas. Sebuah rumah pendopo di Gang Sumur Bor di Jalan Tembaan (sekarang Jalan A. Yani) dipinjam dan dijadikan 2 kelas. Makin lama perkembangan jumlah murid makin banyak. Yayasan Sancta Maria Malang berusaha agar tempat kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di satu tempat.

            Awal pertengahan tahun 1952 Pembangunan gedung sekolah dimulai di tanah yang telah dibeli oleh Pengurus Gereja Katolik dan Dana Papa 11 tahun sebelumnya. Pembangunan gedung sekolah berkapasitas enam kelas diselesaikan pada tahun pelajaran 1954-1955.  Di tempat inilah dididik kaum muda dari satu generasi ke generasi lain dengan pelbagai suka dan duka. Dengan menatap masa lalu, sekolah mencoba selalu meraih prestasi terbaik yang bisa digapai demi perkembangan generasi muda bangsa.

            Keberhasilan SMAK St. Paulus dalam misi pendidikannya tidak terlepas dari tangan-tangan dingin para pengelolanya. Sampai sekarang telah terjadi pergantian kepala sekolah sebanyak 13 kali, yaitu:

Visi SMAK St. Paulus Jember

Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus, Jember, menghayati nilai dasar dan tradisi Ordo Karmel yang menjadi landasan filosofis-teologis lembaga Sekolah ini dan dirumuskan dalam ungkapan CARMEL VALUE.   

Berikut penjabaran dari CARMEL VALUE

Carmelite Charism, kharisma Karmel.  Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus, yang dikelola oleh Yayasan Sancta Maria Malang,  merupakan institusi milik serikat imam dan biarawan Ordo Karmel. Sebagai salah satu institusi milik Ordo Karmel, SMAK Santo Paulus menghayati dan mewujudkan   kharisma ordo, yaitu: doa, pelayanan dan persaudaraan.

Academic Excellence, keunggulan akademik. Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus mendidik setiap murid secara berkelanjutan dan berstandar tinggi untuk mengetahui, memahami,  menguasai keterampilan, ilmu pengetahuan dan matematika tentang kompleksitas dunia dan nilai-nilainya. Sekolah mengembangkan metodologi pendidikan yang paling efektif  dan mengajarkan cara berpikir dan menimbang secara kritis, kesadaran moral, pengetahuan tentang tradisi dan iman Katolik dan kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan penuh keyakinan dan kemahiran.

Responsibility and respect, tanggung jawab dan hormat. Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus membantu murid membangun karakter yang kokoh, kesadaran akan martabat dan nilai yang melandasi manusia sebagai pribadi yang bermoral, dan tanggung jawab atas keputusan yang diambilnya.  Dalam terang bahwa manusia diciptakan secitra dengan Allah, Sekolah menanamkan dalam jiwa setiap murid kesadaran akan sikap hormat terhadap martabat masing-masing pribadi.

Ministry, pelayanan. Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus, yang menghayati panggilan hakiki untuk lebih berpihak pada kaum miskin dan tertindas/preferential option for the poor and the oppressed,  mendidik murid untuk mengembangkan dan membaktikan seluruh anugerah Allah yang diterima secara cuma-cuma untuk  mengembangkan kesejahteraan bersama dan seluruh alam ciptaan serta lingkungan fisik, tempat setiap makhluk berkembang sesuai dengan hukum kodrat.

Equality, kesetaraan. Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus membantu setiap murid menjadi pribadi yang mampu memahami , mengasihi dan menghormati setiap pribadi yang diciptakan secara unik dan berbeda satu dengan yang lain dalam seluruh aspek kehidupan – adat kebiasaan, bakat dan minat, asal muasal, keyakinan, keadaan fisik.

Leadership, kepemimpinan. Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Paulus menanamkan kesadaran bahwa setiap murid, pertama-tama, harus mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri; mengendalikan seluruh daya yang merugikan perkembangan pribadi; dan pada gilirannya mereka mampu ikut ambil bagian dalam proses transformasi sebagai pemimpin yang melayani sesama.

Misi SMAK St. Paulus

  1. Merupakan lembaga pendidikan ko-edukasional, yang menghayati tradisi Karmelit dan memberikan layanan pendidikan terbaik setingkat SMA bagi murid yang diasuhnya.
  2. Bekerjasama bahu membahu dengan orang tua/wali murid, Sekolah mendidik murid secara utuh agar mereka unggul dalam akademik, sikap disiplin, dan menjadi pemimpin yang melayani.
  3. Sekolah membentuk sikap hormat akan kebhinnekaan melalui dialog interkultural.

Sumber : Buku Sejarah SMAK Santo Paulus Jember (dalam peringatan 50 Th.)