ILMU PSIKOLOGI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Oleh: Immaculata Sriunon K.M.

Setiap manusia mutlak membutuhkan interaksi dan berkomunikasi dengan orang lain, kebutuhan ini bersifat mengikat sejak manusia lahir sampai berakhir pada kematian. Keterikatan ini adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia yang hakiki, sehingga tak satupun manusia terbebas dari interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Seorang bayi sejak berada dalam kandungan ibunya, ia sudah membutuhkan campur tangan ibu dan ayahnya. Ada ungkapan bahwa, “no man is an island”. Tak satu pun manusia bisa hidup di sebuah pulau sendiri, ini menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dalam berinteraksi dan berkomunikasi kita akan menghadapi berbagai karakter pribadi manusia yang tidak ada satupun yang sama. Menyadari bahwa sungguh luar biasa karya Tuhan dalam penciptaan manusia, sehingga terbentuklah berbagai karakter pribadi yang berbeda, unik, spesial dan dinamis. Tidak ada orang yang sama di dunia sekalipun mereka terlahir kembar, manusia adalah unik sebagai makhluk  individual yang memiliki karakter tiada duanya. Dari pemahaman ini maka manusia itu bersifat individual sekaligus sosial.

Pengenalan karakter pribadi dapat dipelajari melalui berbagai pendekatan teori, Misalnya: teori Tipologi (Hippocrates 400 SM dan Galenus 175 M) manusia dibedakan berdasarkan cairan di dalam tubuh manusia, maka ditemukan empat tipe manusia, tipe Sanguinis, Kholeris, Melankholis dan Flegmatis. Perbedaan dua karakter pribadi, tipe yang cenderung terbuka (Ekstrovert) yakni Sanguinis dan Koleris dan orang yang cenderung menutup diri (Introvert) Melankolis dan Flegmatis. Masih banyak lagi pendekatan teori  dalam psikologi kepribadian untuk mengenal dan mendalami karakter manusia keberagaman dan keunikan pribadi dilakukan berbagai penelitian, misalnya pendekatan Behavioral, Humaniora, Rasional Emotive Theraphy, Teori Enneagram dll.  Dari sinilah akan diketahui bagaimana kepribadian, sifat-sifat kelebihan dan kekurangan seseorang, yang akan mempengaruhi perilaku, komunikasi dan relasi masing-masing. Melalui teori tersebut, kita bisa memahami, menyelami, menerima orang lain maka akan terciptalah relasi, dan komunikasi yang baik dan mengurangi kesalahpahaman, ketidakmengertian yang bisa menimbulkan suatu persoalan tersendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu Psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku organisme. Perilaku organisme meliputi pikiran, perhatian,  persepsi, intelegensi, kemauan dan ingatan. Ilmu psikologi diartikan juga sebagai ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan berhubungan struktur organisme (Psikologi Kepribadian- Suryadi Sumadibrata). Ilmu Psikologi akan bermanfaat bagi kehidupan manusia, di mana segala perilaku manusia akan dipengaruhi oleh berbagai aspek yang dapat dipelajari, diperbaiki dan dikembangkan.

Fakta peranan Ilmu Psikologi yang masih minim dalam kehidupan masyarakat

Ada pendapat bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,“Men sana in corpore sano” Pendapat ini benar, tetapi ada kalanya yang terjadi tidak demikian. Banyak kita temui di dalam tubuh yang sehat secara jasmani terdapat jiwa yang tidak sehat, alias jiwanya sakit. Bagaimana ini bisa terjadi? Kita pernah mendengar, ada seorang lelaki di salah satu kota dengan wajahnya yang ganteng, ternyata dia pembunuh berdarah dingin. Seorang penyanyi terkenal di Amerika, meninggal karena overdosis. Seorang artis Korea ditemukan bunuh diri di balik kesuksesan yang sudah dicapainya, ternyata dia kesepian. Seorang polisi membunuh istrinya  dan masih banyak kasus yang lain di mana menunjukkan pribadi secara fisik sehat tetapi mereka tidak sehat secara psikis dan tidak tertolong. Contoh kasus-kasus  ini menyadarkan kita bahwa manusia bisa sakit secara psikis, yang seharusnya ada terapi penanganan khusus dari mereka yang ahli kejiwaan dan memiliki kewenangan untuk membantunya.

Realita yang ada kesehatan jasmani lebih mudah terperhatikan dan tertangani karena lebih tampak atau kasad mata. Tetapi bagaimana dengan kesehatan jiwa atau mental, sudahkah pemerintah atau masyarakat memperhatikan akan pentingnya kesehatan jiwa? Jika kebutuhan akan dokter bahkan dokter spesialis diupayakan untuk terpenuhi, bagaimana dengan ketersediaan  dokter jiwa atau Psikiater, Psikolog, Konselor. Sudahkah tersedia tenaga ahli jiwa seimbang dengan kebutuhan yang ada.  Suatu keprihatinan jika dalam kehidupan masyarakat yang semakin maju dan berkembang tetapi ilmu psikologi yang sangat bermanfaat dalam kehidupan perilaku setiap insan tetapi terabaikan kurang dipelajari dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Psikologi dalam Pendidikan

Orang tua adalah pendidik yang utama dan pertama, peranan mereka akan jauh lebih baik jika kedua orang tua memiiki dan memahami akan psikologi, minimal mengetahui psikologi perkembangan anak, psikologi orang tua.

 Ilmu Psikologi juga berlaku di lingkungan sekolah, seorang guru yang bijaksana akan lebih tepat dalam memperlakukan murid sebagai subyek didik secara personal karena mereka menerapkan pemahaman akan ilmu psikologi. Setidaknya mereka mempelajari psikologi anak, psikologi remaja, psikologi belajar, dll. Lebih-lebih di zaman atau era digital saat ini, murid banyak dihadapkan berinteraksi dengan kotak kecil berupa handphone, gadget, ipad, android, yang sangat minim aplikasi perasaan, empati, sedikitnya komunikasi dan sosialisasi secara langsung. Jika murid tidak  didekati dengan hati, maka akan terbentuklah pribadi murid yang berkembang secara tidak seimbang. Guru dapat membantu murid agar mereka bisa mengeksplore dirinya dengan baik, segala potensi murid dapat dikembangkan dan kekurangan diri bisa diatasi, sehingga pencapaian aktualisasi diri murid dapat tercapai dengan tepat, jika guru tersebut mengenali karakter muridnya secara personal dengan baik. Peran seorang guru tidak dapat digantikan dengan teknologi dan mesin. Sependapat yang tertulis dalam majalah Flos Carmeli edisi III bulan Maret 2017, bahwa “Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat siswa bekerja sama dan menjadikan mereka termotivasi, gurulah yang paling utama “  (Bill Gates). Murid belajar di sekolah dalam rangka menggali ilmu dan mengeksplorasi diri, sehingga bekal ilmu tersebut mereka dapat gunakan dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks dengan mengandalkan kecakapan hiduplah mereka tetap bisa menunjukkan eksistensinya kelak.

Psikologi dalam Karier/ dunia kerja

Dalam dunia kerja bagaimana seseorang dapat  diterima, ditempatkan pada posisi yang tepat, juga dibutuhkan penerapan ilmu psikologi. Rekruitment diawali dengan tahap seleksi melalui tes psikologi baik tulis maupun wawancara. Melalui hasil ini dapat diketahui bagaimana tingkat kemampuan atau IQ, potensi dasar, minat, kepribadian dan karakter yang bersangkutan sehingga pihak yang merekrut tenaga kerja mendapatkan calon pegawai yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat ditempatkan sesuai dengan keberadaannya sehingga karyawan tersebut dapat berkembang sesuai dengan eksistensi dan kompetensinya. Dalam bahasa dunia kerja berlaku istilah “the right man in the right place”, menempatkan karyawan dengan tepat sesuai dengan potensi dan karakternya, maka akan membuahkan suatu produktifitas yang tinggi. Bidang bisnis, seorang penjual/sales menerapkan pendekatan persuasif dan hypnoselling saat menawarkan produk kepada konsumen, pemahaman akan karakter pembeli juga perlu dikenali, sehingga omzet penjualan atau target produk tercapai seperti yang diharapkan.

Psikologi dalam kehidupan Sosial

Berbagai fakta selain bidang pendidikan dan karier, psikologi juga bermanfaat dalam kehidupan secara sosial  di masyarakat. Ilmu psikologi membantu kita untuk lebih bisa mengenal, memahami, menerima diri dan mengembangkannya ke arah yang baik. Demikian juga bermanfaat dalam proses sosialisasi dan interaksi dengan orang lain, yang pada akhirnya kita bisa menyehatkan diri kita secara psikis serta bisa menjadi vitamin bagi orang lain untuk sehat pula secara psikis. Interaksi   dan sosialisasi yang baik dengan orang lain secara tepat akan membuahkan perasaan diterima dan saling menerima keberadaan masing-masing. Menerima karakter pribadi dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing, akan membuahkan suatu relasi yang indah, membawa kebahagiaan dan kedamaian serta meminimalkan terjadinya konflik dalam diri, maupun konflik dengan orang lain. Tuntutan zaman adalah bagaimana mencerdaskan diri secara emosional atau kecerdasan emosional (EQ), meliputi cerdas ke dalam diri (Intrapersonal), misalnya memiliki kesadaran emosi, mandiri, memiliki sikap assertif, menghargai diri dan dapat mengaktualisasikan diri . Sedangkan  cerdas keluar atau cerdas sosial (Interpersonal) dapat terekpresi bagaimana yang bersangkutan memiliki empati, tanggung jawab secara sosial dan memiliki hubungan pribadi dengan baik.

Sosialisasikan peranan dan manfaat ilmu Psikologi

Memasyarakatkan ilmu psikologi kepada warga masyarakat dan mendorong mereka untuk mau belajar ilmu psikologi yang bermanfaat bagi harkat dan martabat hidup manusia. Bersosialisasi dengan siapapun akan terjalin dengan lebih baik jika kita mengerti psikologi, kita akan terdorong untuk lebih empati, berkomunikasi dengan lebih menghargai satu sama lain. Menekuni karier apapun dan dalam situasi apapun, berbagai gejala perilaku manusia akan  tampak dikenali dan dipahami, sedang dalam kondisi sehat ataukah perilakunya mencerminkan dirinya sedang sakit dan membutuhkan bantuan.  Dalam sisi kehidupan individu dan sosial, keluarga, pendidikan, bisnis, industri dunia kerja apapun, psikologi bermanfaat  di setiap aspek kehidupan manusia. Harapan penulis melalui wawasan dan pengetahuan psikologi terciptalah manusia yang sehat jasmani dan rohani secara seimbang. Masyarakat Indonesia dapat beraktualisasi dengan tepat, sehingga eksistensinya sebagai manusia yang luhur dan mulia secitra dengan Allah Sang Pencipta, dapat bermanfaat bagi kesehatan diri pribadi dan bagi orang lain.