BERANI ASAL BENAR

Oleh: Alwerino Sitompul (Ketua OSIS SMAK St. Albertus KlsXI.A-4/02)

Beato Titus Brandsma dilahirkan di Friesland, Belanda, pada tanggal 23 Februari 1881. Ia merupakan Karmelit yang menjadi martir di abad ke-20. Mengapa ia menjadi martir? Karena keberaniannya menentang Nazi. Pada waktu itu, Nazi memerintahkan agar biarawan-biarawati membatasi pengajaran agama. Akan tetapi, Titus Brandsma menolak mentah-mentah ultimatum tersebut. Pikirnya “Mengapa saya harus membatasi pengajaran agamaku selagi ini bukan hal yang menyesatkan”. Malahan dia terus melawan propaganda Nazi tersebut dengan semakin giat menyemangati biarawan-biarawati lainnya dan menyebarkan majalah-majalah Katolik. Hal tersebutlah yang membuat Titus Brandsma menjadi black list Nazi, dan ia pun meninggal dengan cara disuntik mati.

            Berani asal benar. Tentu saja sangat sulit dilakukan terutama oleh masyarakat zaman sekarang. Orang-orang zaman sekarang cenderung takut mengatakan kebenaran karena takut dimarahi, dibenci, atau dikucilkan. Sikap-sikap seperti itulah yang membuat kejujuran di zaman akhir ini semakin sulit ditemukan. Jika kita memecahkan gelas di rumah, apa salahnya kita mengatakan yang sebenarnya kalau kita yang memecahkannya. Tidak usah memikirkan akan dimarahi, akan dipukul, dan lainnya. Yang penting kita telah berkata yang jujur. Harus berani berkata jujur toh itu benar.

            Apa kita bisa seperti Beato Titus Brandsma ? Tentu saja, berani untuk bertindak dan berkata hal yang sebenarnya merupakan keharusan yang dimiliki setiap orang. Tetapi untuk menjaga keharusannya itu sangatlah susah. Beato Titus Brandsma merupakan orang yang suka berdoa, dia berdoa agar bisa tetap yakin akan kebenaran yang dipegang olehnya. Dia berdoa senantiasa agar Roh Kudus memberikan dia keberanian dalam melakukan kebenaran. Jadi kita bisa mencoba untuk bisa berani untuk bertindak dan berkata hal yang sebenarnya dengan berpegang teguh pada iman kita dan memohon pertolongan Tuhan lewat doa-doa kita.

            Ngomong memang mudah, prakteknya itu loh susah. Tapi saya mau mengatakan kepada Anda semua bahwa Tuhan Yesus akan membela hamba-Nya yang jujur. Suatu ketika saya pernah berbuat kesalahan, saya tidak membereskan tempat tidur. Namun yang saya katakan kepada orang tua kalau awalnya sudah dibereskan dan adikku yang memberantaki lagi. Tapi orang tua ku malah marah ke saya karena tahu kalau saya telah berbohong. Tapi suatu kali saya pernah menyontek dan saya jujur ke orang tua ku dan orang tua ku tidak marah, dan hanya menasehati saya. Coba jika dipikirkan lebih dalam, mana yang lebih besar kesalahannya, tidak membereskan tempat tidur atau menyontek ?. Tetapi, masalahnya bukan itu, masalahnya adalah apakah kita mengatakan hal yang benar atau tidak.             Oleh karena itu, hendaklah kita menjadi pribadi yang mau berkata ya jika ya, berkata tidak jika tidak. Berani berkata sebenarnya. Tidak perlu takut, ingat Tuhan akan membela hamba-Nya yang jujur. Ayo mulailah kehidupan Berani Asal Benar bukan Berani Asal Salah di dalam kehidupan kita. Awalnya memang sulit, mintalah pertolongan dari Tuhan, berdoalah pada Tuhan. Hendaklah kita bisa seperti Beato Titus Brandsma, tetap berani melakukan segala hal selagi itu benar sampai akhir hayat kita. Amin.